Sergio Busquets Tak Yakin La Liga Bisa Dilanjutkan Lagi

Gelandang Barcelona, Sergio Busquets menjadi salah satu pemain yang merasa pesimis dengan kelanjutan kampanye La Liga musim 2019/20 ini di tengah-tengah pandemi Virus Corona.

Sebagai informasi, La Liga Spanyol memang telah resmi ditangguhkan, terhitung sejak pertengahan bulan Maret kemarin. Hal ini dikarenakan merebaknya pandemi virus corona di Negeri Matador, dan pemerintah menetapkan aturan Lockdown sebagai tindak preventif .

Sampai sekarang sudah lebih dari sebulan berlalu, namun belum ada kepastian, apakah La Liga akan dilanjutkan lagi dan kapan. Pasalnya, pandemi Virus Corona tak kunjung mereda, bahkan total ada 19 Ribu nyawa melayang akibat wabah tersebut di seluruh dunia.

Tak heran jika Sergio Busquets merasa pesimis kampanye musim ini akan berlanjut kembali.

“Saya rasa akan sangat sulit bagi Liga untuk dilanjutkan lagi,” beber Busquets kepada Onda Cero.

Secara pribadi, tentu saja Gelandang asal Barcelona ini berharap agar La Liga Spanyol bisa dilanjutkan lagi. Namun melihat situasi dan kondisinya sekarang masih mengancam keselamatan semua orang, rasanya sangat sulit untuk menggulirkan kompetisi lagi.

“Saya tidak yakin musim bisa dilanjutkan lagi. Pada awalnya saya menunggu perkembangan situasi dan saat ini sepertinya pandemi ini sudah mencapai puncaknya, sehingga saya menantikan apakah ada kabar bagus.”

“Namun saya merasa akan sangat sulit agar Liga digulirkan kembali karena akan sangat sulit untuk bepergian dan mengumpulkan semua pemain lagi.” ujarnya.

Para pemain Barcelona sedang menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Namun mereka tetap melakukan latihan fisik untuk menjaga kebugaran. Hanya saja, Busquets memang tak pernah lagi bermain dengan bola sejak karantina mandiri berlangsung.

“Saya sendiri tidak banyak menyentuh bola, namun kami memiliki pola latihan mingguan yang sudah dirancang oleh pelatih fisik kami, dan kami harus mematuhi jadwal tersebut.” ujarnya.

Sebenarnya, sebelumnya ada gagasan untuk tetap menggelar atau melanjutkan kompetisi La Liga musim ini, hanya saja tanpa kehadiran penonton. Selain itu, ada aturan ketat juga untuk para pemain dengan rutin cek darah dan cek swab.

Jika rencana itu disetujui, bisa saja La Liga akan bergulir lagi pada Mei 2020 mendatang.

Messi Akhirnya Bantah Rumor Gabung Inter Milan

Para fans Inter Milan yang belakangan sudah mulai berimajinasi melihat Messi mengenakan seragam klub kesayangan mereka harus berlapang dada. Pasalnya, Messi sendiri yang dengan tegas membantah spekulasi kepindahannya menuju Inter Milan.

Seperti diketahui, belakangan ini memang santer terdengar wacana saga transfer Lionel Messi menuju Inter Milan. Mantan Presiden Klub, Massimo Moratti bahkan sangat yakin pemilik baru Inter Milan bisa menggiring mega bintang seperti Messi mendarat ke San Siro.

Memang benar fakta bahwa Inter Milan membutuhkan uang yang sangat banyak untuk merealisasikan transfer ini, apalagi untuk membayar gaji bintang Argentina tersebut. Namun Moratti percaya bahwa Zhang punya kekuatan finansial untuk membeli pemain terbaik dunia enam kali tersebut

Sejak saat itu, spekulasi kepindahan Messi ke Inter Milan semakin santer terdengar. Mantan pemain klub, Benoit Cauet juga sangat mendukung wacana ini. Sampai-sampai kabar tersebut terdengar oleh sang pemain sendiri.

Mencegah kabar ini terus berkembang menjadi lebih buruk lagi, Messi lantas memberikan klairifikasinya lewat akun Instagram. Kepada para pengikutnya di Sosial Media, sosok berusia 32 tahun bisa memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Ini adalah berita bohong dan sama halnya dengan laporan media soal Newell’s. Keduanya tidak benar. Untungnya tidak ada yang percaya dengan mereka,” tulisnya, dikutip dari Football Italia.

Sanggahan dari Messi ini sudah diprediksi sebelumnya oleh mantan direktur olahraga Barcelona, Ariedo Braida. Menurutnya, Messi sudah terlanjur bahagia di Barcelona, dimana dia dicintai dan sudah menetap disana sejak kecil.

“Messi terlalu bahagia di Barcelona dan saya sejujurnya ragu dia bisa pergi dari sana. Dia sangat dicintai, sudah berada di sana sejak kecil dan mendapatkan banyak hal, saya tidak yakin dia punya niatan untuk pindah dari Camp Nou,” ujarnya kala berbicara dengan Tuttomercatoweb belum lama ini.

Tentu saja, Messi masih berpeluang untuk meninggalkan Barcelona dalam waktu dekat. Bahkan jika kontraknya tak segera diperpanjang, Barcelona bisa kehilangan Messi dengan status bebas transfer tahun 2021 nanti.

Namun, bukan tidak mungkin juga bagi Barcelona untuk memberikan kontrak baru kepada pemain Argentina tersebut.

Para Pemain Barca Dituding Enggan Potong Gaji, Suarez Meradang

Luis Suarez tampak sangat geram sekaligus sakit hati mendengar kabar yang menuding bahwa para pemain Barcelona sempat menolak kebijakan pemotongan gaji dari pihak klub baru-baru ini.

Sepakbola merasakan krisis menyusul pandemi Wabah Virus Corona atau COVID-19 yang sedang merajalela saat ini. Bagaimana tidak? Kompetisi-kompetisi top Eropa telah dihentikan sementara waktu, tidak terkecuali La Liga Spanyol selaku kompetisi sepakbola tertinggi di Negeri Matador.

Klub-klub La Liga akhirnya memberhentikan sementara waktu aktivitas klub, karena himbauan dari Pemerintah untuk melakukan karantina mandiri. Tak terkecuali Barcelona, dan kebijakan tersebut membuat raksasa Catalan mulai merasakan kerugian.

Pasalnya kontrak para pemain tetap berjalan, sehingga klub harus tetap memberikan gaji kepada mereka. Tapi, setelah ada pertimbangan, Barcelona pun menerapkan kebijakan baru dengan memotong gaji para pemain mereka sebanyak 70 persen.

Media-media spanyol sempat menuding bahwa para pemain Barca menolak kebijakan tersebut. Namun, isu itu akhirnya terbukti tidak benar. Lionel Messi bahkan sampai angkat bicara mengenai kabar tak benar tersebut.

Presiden Klub, Josep Maria Bartomeu disalahkan lantaran tak berani bergeming saat para pemainnya mendapat tuduhan seperti itu. Salah seorang pemain andalan Raksasa Catalan, Luis Suarez tampak sangat geram.

Dia sakit hati terhadap pemberitaan media yang cenderung menjatuhkan image para pemain Barcelona.

“Banyak hal menyakitkan yang telah dikatakan soal pemotongan gaji skuad. Mereka mengatakan bahwa para pemain menolak pemotongan gaji, lalu dikatakan bahwa pemain lain di klub ini telah menerima keputusan itu.”

“Padahal sebenarnya kami menunggu guna mencoba menemukan solusi terbaik untuk klub,” Suarez kepada Sport890 via Goal internasional.

Padahal, Suarez mengungkapkan bahwa yang pertama kali memiliki gagasan pemotongan gaji justru adalah para pemain Barcelona sendiri.

“Rasanya menyakitkan ketika orang-orang mengatakan hal-hal seperti itu, sebab kamilah pihak pertama yang ingin mencapai kesepakatan, sebab kami tahu bagaimana situasi klub,” sambung Suarez.

La Liga Spanyol sendiri telah dihentikan sejak pertengahan Maret lalu. Rencana awalnya, kompetisi baru bergulir pada akhir Bulan April mendatang. Bisa saja diperpannjang jika situasinya tak memungkinkan.

Dari Segi Teknis, Neymar Lebih Baik Dari Lionel Messi

Salah seorang legenda Brazil, Cafu menganggap bahwa Neymar adalah pemain yang lebih baik dari Lionel Messi jika berbicara soal teknis.

Sebagai peraih enam Ballon d’Or, Lionel Messi dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Dalam dua dekade terakhir, dia bersaing ketat dengan satu pemain saja, Cristiano Ronaldo. Keduanya dianggap memiliki kemampuan yang levelnya di atas para bintang Eropa.

Bagaimana tidak? Dengan mudahnya mega bintang Argentina tersebut mencetak 40 sampai 50 gol dalam semusim. Tak hanya itu, pemain berusia 32 tahun juga mampu mencatatkan puluhan assist dalam semusim.

Tak heran jika Messi dinilai berada pada level yang berbeda dibandingkan para bintang Eropa seperti Sadio Mane, Mohamed Salah, atau Neymar Jr.

Cafu selaku legenda Brazil tak menampik anggapan tersebut, namun jika berbicara masalah teknis, menurutnya Neymar lebih baik dari La Pulga.

“Secara teknis, Neymar adalah pemain terbaik di dunia. Saat ini, secara teknis, tidak ada yang bisa mengalahkan Neymar. Bahkan Messi, meskipun saya adalah penggemarnya. Tapi ia tidak mengungguli dirinya [Neymar] dalam hal kualitas teknis,” klaim Cafu pada Fox Sports.

Berbicara soal Brazil, faktanya tim samba sudah lama tak mengangkat trofi Juara Piala Dunia. Terakhir kali, terjadi di tahun 2002 silam. Di satu sisi, mereka tak lagi sering menghasilkan pemain hebat macam Ronaldinho, Ronaldo, Rivaldo, atau Romario.

Cafu pun sadar akan hal tersebut, karenanya dia yakin dengan Neymar, Timnas Brazil setidaknya punya harapan untuk menjadi juara lagi.

“Saya berbicara lagi di sini, ia adalah harapan terbesar kami untuk memenangkan Piala Dunia. Dengan Neymar di lapangan, apakah ia menginginkannya atau tidak, delapan lawan akan tetap terhubung dengannya,” serunya.

“Ia adalah referensi, ia memberi ruang bagi orang lain, ia mencetak gol luar biasa, tetapi, sungguh, seseorang yang hilang yang menutupi, seseorang kurang memiliki kekuatan untuk menyesuaikan diri di sekelilingnya,” tandasnya.

Neymar sendiri saat ini masih membela Paris Saint-Germain. Tersiar kabar bahwa pemain berusia 27 tahun tersebut akan kembali ke Barcelona pada musim panas mendatang.

Wabah Virus Corona Bisa Pengaruhi Bursa Transfer

Sepakbola saat ini sedang krisis karena wabah Virus Corona yang kian ‘menggila’. Bahkan, seiring dengannya bisa saja wabah tersebut bisa mempengaruhi jendela transfer pada musim panas mendatang, demikian menurut Giuseppe Bozzo.

Perlu diketahui, bahwa saat ini wabah Virus Corona sudah menyebar ke berbagai negara Eropa. Termasuk diantaranya Italia, Inggris, Jerman, Spanyol dan Prancis. Diantara negara-negara tersebut, Italia tercatat sebagai negara terdampak yang paling parah sejauh ini.

Bahkan, jumlah kasus yang ditemukan di Italia hanya lebih sedikit dibandingkan China, yang merupakan sumber munculnya Virus COVID-19 tersebut. Tak ayal, pandemi Virus ini lantas mempengaruhi alias mengganggu jalannya kompetisi sepakbola.

Lima liga top Eropa seperti Liga Primer Inggris, Serie A italia, La Liga spanyol, Bundesliga Jerman sampai Ligue 1 Prancis telah resmi ditangguhkan. Begitu juga dengan kompetisi UEFA seperti Liga Champions Eropa dan Liga Europa.

Semua kegiatan olahraga di Italia terpaksa ditunda hingga setidaknya 3 April 2020 sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran virus. Seluruh wilayah Italia kini telah dikunci, di mana semua masyarakat didesak untuk tetap tinggal di rumah.

Berbicara mengenai situasi krisis tersebut, salah seorang agen transfer asal Italia, Giuseppe Bozzo atau yang dikenal dengan sebutan Beppe Bozzo, mengutarakan pendapatnya.

Menurut sang Agen transfer, pandemi Pandemi Virus Corona ini bisa mengganggu perencanaan klub untuk bursa transfer musim panas mendatang. Pasalnya, mereka mulai meragukan investasi yang dicanangkan sebelumnya.

“Keadaan darurat virus Corona, selain memiliki dampak negatif pada keuangan klub dalam jangka pendek, juga bisa membahayakan perencanaan jangka panjang. Sudah pasti bahwa kita akan melihat penurunan investasi di bursa transfer berikutnya.” kata Bozzo kepada Corriere della Sera.

Bozzo merupakan owner dari AGB Sport Manajemen yang mewakili beberapa pemain terkenal Italia. Bintang Juventus Federico Bernadeschi hingga Fabio Quagliarella dari Sampdoria merupakan klien dari Bozzo.

Diketahui juga bahwa dia adalah agen transfer dari pemain muda Italia, Sandro Tonally yang kini sedang menjadi incaran sejumlah raksasa eropa, seperti Juventus dan Inter Milan.

Manchester United Sudah Siapkan Rencana Untuk Bursa Transfer

Bursa transfer musim panas baru dibuka dua bulan lagi, tapi sejumlah raksasa Eropa sudah mempersiapkan rencana. Manchester United salah satunya, sebagaimana diungkapkan oleh manajer Ole Gunnar Solskjaer.

Setiap musim berakhir, Jendela Transfer memang akan dibuka selama kurang lebih tiga bulan lamanya. Klub-klub Eropa berkesempatan melakukan jual-beli pemain selama periode tersebut.

Manchester United sendiri sudah memanfaatkan bursa transfer beberapa tahun terakhir untuk mendatangkan sejumlah pemain anyar. Sayangnya, sejak ditinggal Sir Alex Ferguson, kedatangan para pemain baru tersebut tak mampu mengubah nasib Setan Merah.

Klub Premier League masih saja sulit untuk bersaing dalam perburuan gelar juara. Bahkan, untuk mendapatkan tiket ke ajang Liga Champions Eropa saja tak mudah bagi mereka.

Namun secercah harapan mulai terlihat pada bursa transfer musim dingin kemarin. Dua rekrutannya, Bruno Fernandes beserta Odion Ighalo, tampak memberikan angin positif bagi klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut.

Contohnya Bruno Fernandez. Gelandang Portugal yang dibeli dari Sporting Lisbon tersebut kini sudah mencetak tiga gol dan tiga assist dari delapan pertandingan di semua ajang sejauh ini.

Terbaru, dia tampil cemerlang saat Manchester United menghabisi rival sekotanya, Manchester City dalam duel akhir pekan kemarin.

Namun begitu, kedatangan Bruno Fernandez dan Odion Ighalo tak lantas menjadi garansi apakah musim depan setan Merah bisa bersaing dalam perburuan gelar juara.

Karenanya, pelatih Ole Gunnar Solskjaer memastikan bahwa klub sudah mengantongi rencana untuk jendela transfer musim panas mendatang.

“Kami sudah bekerja sangat lama untuk menganalisis tim kami serta apa yang bisa kami dapatkan dalam bursa transfer. Kami mencoba untuk menuntaskan beberapa transfer selanjutnya,”

“Kami tidak bisa hanya memberikan reaksi di bulan Mei dengan ‘sekarang kami harus melakukan sesuatu’. Lalu kemudian, secara tiba-tiba, pemain bisa dibeli, jadi anda masih harus menyadari bahwa sesuatu bisa terjadi dengan cepat,” ujar Solskjaer.

Sebelum ini, CEO Manchester United, Ed Woodward sempat mengatakan bahwa klub akan menggelontorkan lebih banyak uang pada bursa transfer musim panas mendatang.

Artinya, Solskjaer mendapat dukungan penuh dari Manajemen klub untuk membeli pemain yang dia inginkan.

 

AC Milan Bukan Halangan Berarti Bagi Juventus

Pelatih Maurizio Sarri mengakui bahwa AC Milan bisa memberikan perlawanan berarti bagi Juventus di babak semifinal Coppa Italia, namun tak lantas menganggap Rossoneri sebagai halangan berarti.

Sebagai informasi, Juventus sebenarnya akan berhadapan dengan AC Milan pada leg kedua babak semifinal Coppa Italia, Kamis dinihari WIB nanti (05/03). Sayangnya, laga tersebut dipastikan batal menyusul wabah Virus Corona yang sudah jadi perhatian serius pemerintah Italia.

Adapun pada pertemuan sebelumnya yang berlangsung di San Siro Stadium, kedua tim hanya bermain imbang 1-1. Hasil imbang tersebutpun bisa dikatakan membuat Juventus lebih berpeluang lolos ke babak final.

Pasalnya, mereka hanya perlu hasil imbang tanpa gol saat menjamu Rossoneri di Allianz Stadium pada leg kedua. Atau menang dengan margin satu gol saja sudah cukup membawa pasukan Maurizio Sarri ke partai puncak.

Sayangnya, siapa pemenang laga ini dipastikan masih belum terjawab. Pihak Penyelenggara telah memastikan bahwa laga tersebut ditunda. Padahal, konferensi pers pra pertandingan sudah digelar, dengan pelatih Maurizio Sarri sebagai narasumber dari kubu Juventus.

Dalam wawancara tersebut, mantan pelatih Napoli mengklaim bahwa Juve tidak akan menemui kesulitan untuk melewati hadangan Milan. Kendati Sarr tahu persis bahwa Rossoneri takkan merelakan timnya akan lolos begitu saja ke babak final.

“Kami tidak tertarik dengan siapa yang Milan punya atau tidak. Jika kami melangkah keluar dan membuktikan nilai kami, kami tidak akan memiliki masalah untuk mencapai Final,”

“Anda bisa lihat bahwa mereka adalah skuat yang solid dan siap untuk mengorbankan diri untuk kepentingan kolektif. Milan bukanlah tim yang mudah untuk dihadapi,” ujar Sarri seperti yang dikutip dari Football Italia.

Perlu diketahui, sebelum ini laga Juventus juga ada yang tertunda, tepatnya laga giornata ke-27 dimana mereka harusnya berhadapan dengan sang rival utama, Inter Milan.

Tampaknya, pihak Pemerintah Italia memang sangat serius menanggapi Virus Corona yang sudah menginfeksi beberapa warganya saat ini. Bahkan dipercaya, Serie A Italia akan ditunda selama sebulan ke depan.

Namun penundaan tersebut dipastikan tidak berdampak pada ajang Liga Champions Eropa.

Ini Alasan Kenapa Juventus Kalah di Markas Lyon

Defender andalan Juventus, Leonardo Bonucci memiliki pendapat sendiri terkait dengan kekalahan yang ditelan timnya saat bertandang ke markas Lyon dinihari tadi. Bek Timnas Italia itu merasa timnya bermain terlalu santai.

Juventus memainkan leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa musim ini di Groupama Stadium, Lyon pada Kamis dinihari WIB tadi (27/02). Kendati bermain sebagai tim tamu, sang juara bertahan Serie A italia tetap dijagokan menang.

Sayangnya, justru pasukan Maurizio Sarri yang tertunduk pada akhirnya. Tuan Rumah Lyon berhasil menang dengan skor tipis 1-0, dengan Lucas Tousarts menjadi satu-satunya pencetak gol dalam pertandingan tersebut.

Meski demikian, Bianconneri bukan tanpa peluang. Mereka bahkan sempat mendapat beberapa kesempatan emas. Melepaskan 14 tembakan tepat sasaran, namun tidak satupun yang berujung gol. Alhasil, Juve harus pulang dengan tangan hampa.

Berbicara mengenai kekalahan tersebut, Bek Leonardo Bonucci mengklaim bahwa sejak babak pertama timnya memang tampak tidak bekerja keras.

“Kami salah sejak babak pertama. Kami selalu tertinggal dalam setiap perebutan bola. Pada beberapa laga, Anda harus membayar kesalahan kecil. Kami terlalu santai, tidak cukup agresif dan itu adalah masalah mental. Kami harus bangun sejak awal laga,” kata Leonardo Bonucci dikutip dari Sky Sports.

Lebih lanjut, mantan pemain AC Milan ini menganggap bahwa tuan rumah benar-benar mampu memberikan ‘hukuman’ kepada Juventus meski hanya dengan 10 pemain saja.

Namun begitu, Juventus harus melupakan kekalahan tersebut, fokus pada laga akhir pekan ini, baru mempersiapkan diri untuk pertandingan leg kedua.

“Lyon memukul kami ketika kami hanya memiliki 10 orang, itu adalah momen kecil ketika mereka dengan cerdik menyerang kami. Sekarang kita harus fokus pada apa yang menanti kita pada hari Minggu, lalu kita benar-benar harus lolos di leg kedua,” tegas Leonardo Bonucci.

Sebagai informasi, Juventus harus menang dengan margin dua gol pada leg kedua 18 maret mendatang di Allianz Stadium jika ingin lolos ke babak perempat final. Tapi sebelumnya, mereka akan berhadapan dengan AC milan, Bologna dan Lecce.

Resmi Gabung Barca, Braithwaite tak Sabar Main Bareng Messi

Tanpa diduga-duga, Martin Braithwaite jadi pilihan Barcelona untuk menambal ‘kebocoran’ pada lini depan mereka di sisa musim ini. Sang pemain sama sekali tidak berkecil hati, bergabung dengan Barca membuatnya tak sabar main bareng pemain terbaik dunia, Lionel Messi.

Seperti diketahui, Barcelona memang telah mencapai kesepakatan dengan Leganes untuk transfer Martin Braithwaite. Penyerang asal Denmark tersebut resmi dibeli Barcelona dengan harga yang relatif murah, 18 Juta Euro .

Braithwaite didatangkan Barca sebagai pengganti Ousmane Dembele dan Luiz Suarez yang harus menepi dalam waktu lama karena cedera. Karenanya, pihak La Liga memberikan dispensasi kepada Blaugrana untuk mendatangkan seorang penyerang anyar.

Akan tetapi, keputusan Barcelona ini terbilang cukup mengagetkan, pasalnya nama Martin Braithwaite tak pernah masuk dalam isu yang terdengar di media-media Spanyol. Nama pemain berusia 28 tahun tersebut juga cukup asing terdengar.

Namun begitu, yang bersangkutan sama sekali tidak berkecil hati, dia bahkan tak bisa menyembunyikan kebahagiaan dirinya usai resmi menjadi pemain Barcelona. Baginya, transfer ini bak sebuah impian yang menjadi kenyataan.

“Saya sangat senang. Ini merupakan impian masa kecil yang jadi nyata. Semua orang yang bermain sepak bola bermimpi untuk bermain di Barcelona. Inilah saya, dan saya tak sabar memenangkan gelar. Barca adalah klub dengan banyak tekanan, banyak ekspektasi, dan saya di sini untuk mencoba memenangkan semua gelar yang memungkinkan,” ujar Braithwaite kepada Barca TV.

Bergabung dengan Barcelona berarti bermain dengan para pemain terbaik dunia, termasuk mega bintang Argentina, Lionel Messi. Braithwaite pun tak sabar segera bertandem dengan sosok yang dianggapnya sebagai pemain terbaik sepanjang masa tersebut.

“Dia mungkin merupakan pemain terbaik sepanjang masa, jadi tentu saja ini adalah momen yang penting bagi saya untuk bermain bersama dia dan mengatakan bahwa saya pernah bermain dengannya, jadi saya sangat senang,” tutur Braithwaite.

Martin Braithwaite, 28 tahun bermain cukup bagus untuk Leganes selama paruh pertama musim ini. Dia mencetak delapan gol dari 27 penampilannya di semua ajang. Yang bersangkutan mungkin langsung menjalani laga debutnya saat Barcelona berhadapan dengan Eibar akhir pekan besok.

Juventus Resmi Tambah Kontrak Wojciech Szczesny

Rencana Juventus untuk memberikan kontrak baru kepada para pemain andalannya sejauh ini berjalan dengan lancar. Terbaru, mereka resmi mencapai kesepakatan dengan penjaga gawang Wojciech Szczesny untuk kontrak anyar berdurasi empat tahun.

Kiper Timnas Polandia ini bergabung dengan Juventus sejak tahun 2017 lalu, hanya saja ia harus bersabar lantaran hanya menjadi pelapis Gianluigi Buffon pada musim perdananya.

Tahun berikutnya, Buffon memutuskan untuk hengkang ke PSG. Barulah mantan pemain AS Roma ini jadi andalan Juventus dibawah mistar sampai musim ini. Kendati klub kedatangan Buffon yang memilih kembali ke Turin pada musim panas kemarin.

Secara penampilan, Szczesny terbilang memuaskan, sejauh ini dia sudah mencatatkan total 22 penampilan di berbagai ajang pada musim ini dan hanya kebobolan 23 kali. Sementara itu, catatan cleansheetnya sudah menyentuh angka 8.

Performa gemilangnya jelas mendongkrak performa tim arahan Maurizio Sarri. Berkat jasanya, Juventus kini berada di posisi ke-2 pada klasemen sementara Serie A, dengan hanya terpaut selisih gol saja dari pemuncak, Inter Milan.

Selain itu, Bianconneri juga mampu menembus babak 16 besar liga Champions Eropa dan Szczesny punya andil besar di kesuksesan itu. Di babak tersebut, Bianconneri akan berhadapan dengan wakil Prancis, Lyon.

Wajar saja jika akhirnya Juventus melayangkan kontrak anyar kepada penjaga gawang Tim Nasional Polandia. Kontrak baru ini akan membuat Szczesny bertahan di Turin setidaknya sampai tahun 2024 mendatang.

Kabar gembira inipun dikonfirmasi oleh pihak Juventus lewat pernyataan resmi.

“Petualangan yang indah antara Szczesny dan Juventus akan berlanjut sampai 2024 dan tidak ada keraguan lagi bahwa ini adalah pembaharuan kontrak yang pantas,” tulis pernyataan Juventus terkait kontrak anyar Szczesny.

Sejak merapat pada tahun 2017 lalu sampai sekarang, Szczesny telah mengukir 28 cleansheet atau laga tanpa kebobolan dari 61 pertandingan.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia membukukan rata-rata kebobolan sebesar 0.7 gol per laga di Serie A. Itu adalah rasio terendah yang pernah dibukukan seorang kiper dengan jumlah penampilan paling sedikit lima.

Yang bersangkutan diprediksi akan kembali jadi andalan Juventus dalam babak semifinal Coppa italia melawan AC Milan tengah pekan ini.