Meski Tak Cepat Lagi, Messi Tetap Bisa Jadi Gelandang Top

Lionel Messi dinilai tidak perlu merasa cemas jika kehilangan kecepatannya di atas lapangan karena faktor usia. Menurut Domenec Torrent selaku mantan assisten Pep Guardiola, Pemain Argentina itu masih bisa menjadi sosok gelandang kelas wahid seperti Xavi Hernandez.

Selama lebih dari 10 tahun terakhir ini, Messi memang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik dunia, dan begitu produktif dalam mencetak gol. Bahkan, sejak debutnya di tahun 2004 silam sampai sekarang, pemain berjuluk La Pulga tersebut telah mengemas 627 gol dari 718 pertandingan untuk Barcelona.

Di samping produktivitas golnya, Messi juga menterang lewat raihan trofi, pemain 33 tahun mampu membawa Barcelona meraih 34 trofi sampai sejauh ini. Bukan hanya itu, Messi juga berhasil menyabet enam trofi Ballon d’Or, terbanyak dalam sejarah sepakbola sejauh ini.

Kendati usianya sudah 33 tahun, Lionel Messi tampak masih belum mengalami penurunan performa, dia juga masih cepat. Namun, andai saja mengalami penurunan, Messi dinilai tidak terlalu cemas karena dia bisa beroperasi sebagai gelandang.

“Dia adalah pemain yang sangat cerdas. Seringkali, dia turun sangat dalam untuk menerima bola. Dalam beberapa tahun ke depan, dia bisa bermain seperti Xavi jika dia mau. Dia tidak kehilangan bola, dia memberi assist, dia telah merawat tubuhnya sepanjang kariernya.”

“Jika dia bermain di posisi yang lebih dalam ketika secara logis mulai kehilangan kecepatan, dia bisa bermain sebagai gelandang tengah atau di mana pun dia mau dan dia akan melakukannya dengan baik.” kata Torrent kepada Ole.

Lebih lanjut, Torrent menyanjung konsistensi Lionel Messi di atas lapangan. Sepanjang hidupnya, dia mengaku tak pernah melihat pemain yang secara konsisten berada di level atas selama 15 tahun.

“Bagi saya, Leo tidak ada bandingannya. Saya kira saya tidak akan melihat pemain seperti dia lagi di dalam hidup saya. Lebih jauh lagi dia sudah berada di level tertinggi selama 15 tahun.”

“Saya sudah melihat banyak pesepakbola hebat, tapi tidak ada yang bertahan di level elite selama 15 tahun seperti dia.” Tandasnya.

Laporta Janji Pulangkan Pep Andai Jadi Presiden Barca Lagi

Joan Laporta tampak begitu menginginkan kembali posisinya sebagai Presiden Barcelona selanjutnya. Untuk memikat hati publik, dia lantas mengumbar berbagai janji jika terpilih, termasuk salah satunya memulangkan Pep Guardiola ke Kursi Pelatih.

Sebagai informasi, raksasa Catalan tersebut memang akan segera menggelar pemilihan Presiden anyar klub pada tahun 2021 mendatang. Sejauh berita ini diturunkan, hanya ada dua kandidat saja, antara lain Joan Laporta sendiri dan Presiden Barca saat ini, Josep Maria Bartomeu.

Josep Maria Bartomeu sendiri telah melakukan rangkaian manuver untuk bisa mempertahankan posisi tersebut, satu di antaranya adalah merombak jajaran direksi. Dia kabarnya juga bertekad memberikan kontrak baru untuk Lionel Messi.

Nah, sebagai penantang, tentu saja Joan Laporta tak mau kalah saing. Dia pun mulai mengumbar janji andai terpilih nanti. Salah satu janjinya adalah memulangkan Pep Guardiola ke kursi manajer Camp Nou.

“Saya sangat ingin Pep Guardiola kembali, tetapi sekarang dia berada di Man City dan itu adalah keputusan yang harus diambil Pep Guardiola,”

“Pep Guardiola adalah tolok ukur di Barcelona dan banyak warga Catalan yang ingin dia melatih Barcelona lagi. Pada saat yang tepat, saya ingin bicara dengan orang yang akan menjadi pelatih Barcelona pada 2021,” ucap Joan Laporta kepada TV3 dikutip dari Sky Sports.

Secara kebetulan, Pep memang masih terikat kontrak di Manchester City sampai bulan Juni 2021 mendatang. Beberapa waktu lalu, dia mengkonfirmasi bakal setia walau City mendapat sanksi larangan bermain di ajang Liga Champions Eropa.

Joan Laporta sendiri sebelumnya pernah menjabat sebagai presiden pada 2003 hingga 2010. Pada era Joan Laporta lah Pep Guardiola promosi dari Barcelona B ke tim utama. Pep saat itu berhasil membawa Barcelona berjaya, termasuk meraih Sextuples di musim perdananya.

Selain memulangkan Pep Guardiola, Laporta juga mengumbar janji manis lain, termasuk memulangkan Neymar dari Paris Saint-Germain. Mega bintang Brazil tersebut sebelumnya jadi andalan Barcelona di lini depan, dan meraih treble winner di tahun 2015.

Dua tahun kemudian, dia memecahkan rekor transfer usai dibeli PSG seharga 222 Juta Euro.

Willian Diklaim Sepakat Gabung Tottenham Hotspur

Arsenal sepertinya harus gigit jari terkait dengan usaha mereka mendapatkan winger Brazil, Willian. Pasalnya, baru-baru ini muncul klaim yang menyebut bahwa pemain berambut kribo tersebut telah mencapai kesepakatan dengan Tottenham Hotspur.

Perlu diketahui, Willian saat ini memang sedang berada di penghujung kontraknya bersama Chelsea. Kontraknya akan habis di musim panas nanti, dan sejauh ini ia masih belum ada kata sepakat terkait kontrak baru antara kedua pihak.

Sejumlah pihak meyakini bahwa mantan pemain Anzhi Makhachkala tersebut tidak akan bertahan di Klub London musim depan. Bahkan, Ia dikabarkan mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah klub terkait rencana pindah di bursa transfer mendatang.

Rival Chelsea, Arsenal disebut-sebut sebagai salah satu peminat berat penggawa tim Nasional Brazil ini. Namun beIN Sports mengklaim bahwa Willian tidak akan pindah ke Arsenal karena ia sudah lebih dekat bergabung dengan Tottenham.

Sebelumnya, Willian memang diketahui mencari klub berikutnya yang berbasis di kota London. Sang winger mengaku bahwa ia sudah merasa betah tinggal di ibukota Inggris tersebut. Keluarganya pun sudah menetap dengan baik di London.

Karenanya, Willian berencana untuk pindah ke klub London agar bisa tetap tinggal di kota tersebut. Hal inilah yang membuat Arsenal selaku klub London Tara sempat cukup optimis untuk mendapatkan servis winger Brazil.

Lebih lanjut, laporan itu membeberkan Willian sebenarnya tertarik pindah ke Arsenal. Namun ia akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Tottenham.

Alasannya adalah karena kehadiran Jose Mourinho di kursi pelatih klub tersebut. Seperti diketahui, Pelatih asal Portugal memang ditunjuk menjadi manajer anyar The Lily Whites sejak beberapa waktu lalu untuk menggantikan Mauricio Pochettino.

Mourinho dan Willian punya hubungan yang bagus saat eks pelatih Real Madrid masih menangani Chelsea. Laporan beIN Sports itu mengklaim bahwa Willian dan Mourinho sudah berkomunikasi dengan intens dalam beberapa pekan terakhir.

Laporan yang sama juga mengklaim bahwa Willian akan segera menyepakati kontrak dengan Tottenham Hotspur. Paling lambat sebelum kampanye musim 2020/21 mendatang digulirkan. Bahkan, dikatakan sudah ada kesepakatan pra kontrak antara kedua pihak.

Fernandinho Mengaku Ikhlas Jika Kontraknya Tak Diperpanjang

Gelandang versatile, Fernandinho berbicara mengenai kontraknya bersama dengan Manchester city yang akan berakhir pada tahun 2021 mendatang.

Sebelumnya, kontrak Fernandinho di Etihad akan berakhir di musim panas tahun 2020. Rumor kepergiannya mencuat sejak pertengahan musim ini. Lalu, semakin diperkuat oleh Riyad Mahrez dalam sebuah wawancara Desember 2019 lalu.

Dalam isyaratnya, Mahrez menyebut bahwa Fernandinho adalah salah satu dari dua pemain yang akan meninggalkan Etihad pada musim panas ini, atau saat kontraknya berakhir. Pemain yang satu lagi memang sudah diketahui publik, David Silva.

Namun, ungkapan pemain Maroko tersebut tidak benar, tak lama berselang Fernandinho memperpanjang kontrak bersama The Citizen hingga tahun 2021 mendatang. Lantas, apakah setelah itu Fernandinho akan meninggalkan Etihad?

Pria asal Brazil ini mengaku tidak tahu pasti, yang jelas saat ini dia sudah sangat merindukan sepakbola.

“Pertama-tama, saya hanya ingin kembali bekerja dan bermain lagi. Saya memperpanjang kontrakku beberapa bulan yang lalu dan saya sangat senang, tapi setelah itu kita lihat saja nanti,” kata Fernandinho dilansir dari Sky Sport.

Seperti diketahui, Pandemi Virus Corona memang sedang melumpuhkan kompetisi sepakbola. Premier League juga sedang ditangguhkan sementara waktu sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kembali soal kontrak, Fernandinho mengaku ikhlas jika pada akhirnya kontraknya tidak diperpanjang pihak Manchester City.

“Jika kami membuat percakapan lain tentang kontrak di masa depan, saya akan bahagia. Namun jika tidak, saya akan senang juga karena saya tahu apa yang telah saya lakukan untuk klub ini,” tambahnya.

Sebagai informasi, Fernandinho sendiri bergabung dengan Manchester City pada bursa transfer musim panas 2013. Posisi awal yang ia lakoni dalam debutnya adalah sebagai pemain tengah Manchester City.

Namun, karena krisis bek yang sedang dialami tim arahan Pep Guardiola, dia kerap kali diturunkan sebagai pemain bertahan.

Semenjak bersama The Citizens, Fernandinho telah memberikan kontribusi yang luar biasa kepada Raksasa Premier League. Sejauh ini, dia sudah berkontribusi atas raihan tiga trofi Liga Inggris, lima Piala Liga Inggris dan juga trofi Piala FA.

Deretan Fakta Menarik Tentang Ricardo Kaka

Para fans AC Milan tentu saja tidak asing lagi dengan sosok Ricardo Kaka, mengingat legenda Brazil tersebut pernah membawa kesuksesan besar untuk Rossoneri. Sayangnya, karir Kaka sejak meninggalkan klub Italia tersebut tak berjalan mulus.

Cedera kambuhan membuat Kaka harus menghadapi kenyataan bahwa dia tak lagi bisa cemerlang bersama Real Madrid sejak bergabung di tahun 2009. Setelahnya, Kaka pun mulai dilupakan, bahkan periode keduanya di Milan juga mengecewakan.

Meski begitu, Kaka tetap layak dikenang sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki AC Milan. Dan berikut ini ada beberapa fakta menarik tentang sang legenda.

1. Latar Belakang Keluarga ‘Berada’

Rata-rata pemain sepak bola Brasil memiliki kehidupan kelam saat kecil. Namun, Ricardo Kaka berbeda. Dia lahir dari keluarga kaya dan agamis. Ayahnya bernama Bosco Izecson Pereira Leite, seorang insinyur dengan penghasilan besar di Brasil.

Dengan latar belakang tersebut, tak heran jika Kaka kemudian mengenyam pendidikan sekolah tinggi, sembari fokus pada bakatnya di sepakbola.

2. Puncak Karir Bersama AC Milan

Kendati pernah membela Real Madrid, tapi puncak karir Kaka justru berlangsung saat dia masih berkostum AC Milan.

Bergabung dari Sao Paolo di tahun 2003, Kaka awalnya sulit menembus tim utama Rossoneri. Namun perlahan, sang winger tampil ciamik dan akhirnya jadi pilihan utama. Sebelum hengkang ke Real Madrid di tahun 2009, Kaka mempersembahkan sejumlah gelar juara untuk Milan.

Termasuk diantaranya gelar Liga Champions, Seria A, Piala Super Italia, Copa Italia, Piala Dunia Antarklub dan Piala Super Eropa. Dia pun memenangkan trofi Ballon d’Or pertama di tahun 2007 saat masih berkostum Milan.

3. Karir di Madrid Gagal Karena Cedera

Usai karir gemilangnya di AC Milan, Kaka lantas diharapkan bisa jadi idola baru Real Madrid saat ditebus seharga 67 juta Euro pada musim panas tahun 2009. Sayang, karirnya di Santiago Bernabeu tak begitu sukses.

Hal tersebut mungkin disebabkan oleh rentetan cedera parah yang dialami legenda Brazil. Sampai akhirnya di tahun 2013, Kaka kembali ke AC Milan.

Sergio Busquets Tak Yakin La Liga Bisa Dilanjutkan Lagi

Gelandang Barcelona, Sergio Busquets menjadi salah satu pemain yang merasa pesimis dengan kelanjutan kampanye La Liga musim 2019/20 ini di tengah-tengah pandemi Virus Corona.

Sebagai informasi, La Liga Spanyol memang telah resmi ditangguhkan, terhitung sejak pertengahan bulan Maret kemarin. Hal ini dikarenakan merebaknya pandemi virus corona di Negeri Matador, dan pemerintah menetapkan aturan Lockdown sebagai tindak preventif .

Sampai sekarang sudah lebih dari sebulan berlalu, namun belum ada kepastian, apakah La Liga akan dilanjutkan lagi dan kapan. Pasalnya, pandemi Virus Corona tak kunjung mereda, bahkan total ada 19 Ribu nyawa melayang akibat wabah tersebut di seluruh dunia.

Tak heran jika Sergio Busquets merasa pesimis kampanye musim ini akan berlanjut kembali.

“Saya rasa akan sangat sulit bagi Liga untuk dilanjutkan lagi,” beber Busquets kepada Onda Cero.

Secara pribadi, tentu saja Gelandang asal Barcelona ini berharap agar La Liga Spanyol bisa dilanjutkan lagi. Namun melihat situasi dan kondisinya sekarang masih mengancam keselamatan semua orang, rasanya sangat sulit untuk menggulirkan kompetisi lagi.

“Saya tidak yakin musim bisa dilanjutkan lagi. Pada awalnya saya menunggu perkembangan situasi dan saat ini sepertinya pandemi ini sudah mencapai puncaknya, sehingga saya menantikan apakah ada kabar bagus.”

“Namun saya merasa akan sangat sulit agar Liga digulirkan kembali karena akan sangat sulit untuk bepergian dan mengumpulkan semua pemain lagi.” ujarnya.

Para pemain Barcelona sedang menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Namun mereka tetap melakukan latihan fisik untuk menjaga kebugaran. Hanya saja, Busquets memang tak pernah lagi bermain dengan bola sejak karantina mandiri berlangsung.

“Saya sendiri tidak banyak menyentuh bola, namun kami memiliki pola latihan mingguan yang sudah dirancang oleh pelatih fisik kami, dan kami harus mematuhi jadwal tersebut.” ujarnya.

Sebenarnya, sebelumnya ada gagasan untuk tetap menggelar atau melanjutkan kompetisi La Liga musim ini, hanya saja tanpa kehadiran penonton. Selain itu, ada aturan ketat juga untuk para pemain dengan rutin cek darah dan cek swab.

Jika rencana itu disetujui, bisa saja La Liga akan bergulir lagi pada Mei 2020 mendatang.

Messi Akhirnya Bantah Rumor Gabung Inter Milan

Para fans Inter Milan yang belakangan sudah mulai berimajinasi melihat Messi mengenakan seragam klub kesayangan mereka harus berlapang dada. Pasalnya, Messi sendiri yang dengan tegas membantah spekulasi kepindahannya menuju Inter Milan.

Seperti diketahui, belakangan ini memang santer terdengar wacana saga transfer Lionel Messi menuju Inter Milan. Mantan Presiden Klub, Massimo Moratti bahkan sangat yakin pemilik baru Inter Milan bisa menggiring mega bintang seperti Messi mendarat ke San Siro.

Memang benar fakta bahwa Inter Milan membutuhkan uang yang sangat banyak untuk merealisasikan transfer ini, apalagi untuk membayar gaji bintang Argentina tersebut. Namun Moratti percaya bahwa Zhang punya kekuatan finansial untuk membeli pemain terbaik dunia enam kali tersebut

Sejak saat itu, spekulasi kepindahan Messi ke Inter Milan semakin santer terdengar. Mantan pemain klub, Benoit Cauet juga sangat mendukung wacana ini. Sampai-sampai kabar tersebut terdengar oleh sang pemain sendiri.

Mencegah kabar ini terus berkembang menjadi lebih buruk lagi, Messi lantas memberikan klairifikasinya lewat akun Instagram. Kepada para pengikutnya di Sosial Media, sosok berusia 32 tahun bisa memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Ini adalah berita bohong dan sama halnya dengan laporan media soal Newell’s. Keduanya tidak benar. Untungnya tidak ada yang percaya dengan mereka,” tulisnya, dikutip dari Football Italia.

Sanggahan dari Messi ini sudah diprediksi sebelumnya oleh mantan direktur olahraga Barcelona, Ariedo Braida. Menurutnya, Messi sudah terlanjur bahagia di Barcelona, dimana dia dicintai dan sudah menetap disana sejak kecil.

“Messi terlalu bahagia di Barcelona dan saya sejujurnya ragu dia bisa pergi dari sana. Dia sangat dicintai, sudah berada di sana sejak kecil dan mendapatkan banyak hal, saya tidak yakin dia punya niatan untuk pindah dari Camp Nou,” ujarnya kala berbicara dengan Tuttomercatoweb belum lama ini.

Tentu saja, Messi masih berpeluang untuk meninggalkan Barcelona dalam waktu dekat. Bahkan jika kontraknya tak segera diperpanjang, Barcelona bisa kehilangan Messi dengan status bebas transfer tahun 2021 nanti.

Namun, bukan tidak mungkin juga bagi Barcelona untuk memberikan kontrak baru kepada pemain Argentina tersebut.

Para Pemain Barca Dituding Enggan Potong Gaji, Suarez Meradang

Luis Suarez tampak sangat geram sekaligus sakit hati mendengar kabar yang menuding bahwa para pemain Barcelona sempat menolak kebijakan pemotongan gaji dari pihak klub baru-baru ini.

Sepakbola merasakan krisis menyusul pandemi Wabah Virus Corona atau COVID-19 yang sedang merajalela saat ini. Bagaimana tidak? Kompetisi-kompetisi top Eropa telah dihentikan sementara waktu, tidak terkecuali La Liga Spanyol selaku kompetisi sepakbola tertinggi di Negeri Matador.

Klub-klub La Liga akhirnya memberhentikan sementara waktu aktivitas klub, karena himbauan dari Pemerintah untuk melakukan karantina mandiri. Tak terkecuali Barcelona, dan kebijakan tersebut membuat raksasa Catalan mulai merasakan kerugian.

Pasalnya kontrak para pemain tetap berjalan, sehingga klub harus tetap memberikan gaji kepada mereka. Tapi, setelah ada pertimbangan, Barcelona pun menerapkan kebijakan baru dengan memotong gaji para pemain mereka sebanyak 70 persen.

Media-media spanyol sempat menuding bahwa para pemain Barca menolak kebijakan tersebut. Namun, isu itu akhirnya terbukti tidak benar. Lionel Messi bahkan sampai angkat bicara mengenai kabar tak benar tersebut.

Presiden Klub, Josep Maria Bartomeu disalahkan lantaran tak berani bergeming saat para pemainnya mendapat tuduhan seperti itu. Salah seorang pemain andalan Raksasa Catalan, Luis Suarez tampak sangat geram.

Dia sakit hati terhadap pemberitaan media yang cenderung menjatuhkan image para pemain Barcelona.

“Banyak hal menyakitkan yang telah dikatakan soal pemotongan gaji skuad. Mereka mengatakan bahwa para pemain menolak pemotongan gaji, lalu dikatakan bahwa pemain lain di klub ini telah menerima keputusan itu.”

“Padahal sebenarnya kami menunggu guna mencoba menemukan solusi terbaik untuk klub,” Suarez kepada Sport890 via Goal internasional.

Padahal, Suarez mengungkapkan bahwa yang pertama kali memiliki gagasan pemotongan gaji justru adalah para pemain Barcelona sendiri.

“Rasanya menyakitkan ketika orang-orang mengatakan hal-hal seperti itu, sebab kamilah pihak pertama yang ingin mencapai kesepakatan, sebab kami tahu bagaimana situasi klub,” sambung Suarez.

La Liga Spanyol sendiri telah dihentikan sejak pertengahan Maret lalu. Rencana awalnya, kompetisi baru bergulir pada akhir Bulan April mendatang. Bisa saja diperpannjang jika situasinya tak memungkinkan.

Dari Segi Teknis, Neymar Lebih Baik Dari Lionel Messi

Salah seorang legenda Brazil, Cafu menganggap bahwa Neymar adalah pemain yang lebih baik dari Lionel Messi jika berbicara soal teknis.

Sebagai peraih enam Ballon d’Or, Lionel Messi dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Dalam dua dekade terakhir, dia bersaing ketat dengan satu pemain saja, Cristiano Ronaldo. Keduanya dianggap memiliki kemampuan yang levelnya di atas para bintang Eropa.

Bagaimana tidak? Dengan mudahnya mega bintang Argentina tersebut mencetak 40 sampai 50 gol dalam semusim. Tak hanya itu, pemain berusia 32 tahun juga mampu mencatatkan puluhan assist dalam semusim.

Tak heran jika Messi dinilai berada pada level yang berbeda dibandingkan para bintang Eropa seperti Sadio Mane, Mohamed Salah, atau Neymar Jr.

Cafu selaku legenda Brazil tak menampik anggapan tersebut, namun jika berbicara masalah teknis, menurutnya Neymar lebih baik dari La Pulga.

“Secara teknis, Neymar adalah pemain terbaik di dunia. Saat ini, secara teknis, tidak ada yang bisa mengalahkan Neymar. Bahkan Messi, meskipun saya adalah penggemarnya. Tapi ia tidak mengungguli dirinya [Neymar] dalam hal kualitas teknis,” klaim Cafu pada Fox Sports.

Berbicara soal Brazil, faktanya tim samba sudah lama tak mengangkat trofi Juara Piala Dunia. Terakhir kali, terjadi di tahun 2002 silam. Di satu sisi, mereka tak lagi sering menghasilkan pemain hebat macam Ronaldinho, Ronaldo, Rivaldo, atau Romario.

Cafu pun sadar akan hal tersebut, karenanya dia yakin dengan Neymar, Timnas Brazil setidaknya punya harapan untuk menjadi juara lagi.

“Saya berbicara lagi di sini, ia adalah harapan terbesar kami untuk memenangkan Piala Dunia. Dengan Neymar di lapangan, apakah ia menginginkannya atau tidak, delapan lawan akan tetap terhubung dengannya,” serunya.

“Ia adalah referensi, ia memberi ruang bagi orang lain, ia mencetak gol luar biasa, tetapi, sungguh, seseorang yang hilang yang menutupi, seseorang kurang memiliki kekuatan untuk menyesuaikan diri di sekelilingnya,” tandasnya.

Neymar sendiri saat ini masih membela Paris Saint-Germain. Tersiar kabar bahwa pemain berusia 27 tahun tersebut akan kembali ke Barcelona pada musim panas mendatang.

Wabah Virus Corona Bisa Pengaruhi Bursa Transfer

Sepakbola saat ini sedang krisis karena wabah Virus Corona yang kian ‘menggila’. Bahkan, seiring dengannya bisa saja wabah tersebut bisa mempengaruhi jendela transfer pada musim panas mendatang, demikian menurut Giuseppe Bozzo.

Perlu diketahui, bahwa saat ini wabah Virus Corona sudah menyebar ke berbagai negara Eropa. Termasuk diantaranya Italia, Inggris, Jerman, Spanyol dan Prancis. Diantara negara-negara tersebut, Italia tercatat sebagai negara terdampak yang paling parah sejauh ini.

Bahkan, jumlah kasus yang ditemukan di Italia hanya lebih sedikit dibandingkan China, yang merupakan sumber munculnya Virus COVID-19 tersebut. Tak ayal, pandemi Virus ini lantas mempengaruhi alias mengganggu jalannya kompetisi sepakbola.

Lima liga top Eropa seperti Liga Primer Inggris, Serie A italia, La Liga spanyol, Bundesliga Jerman sampai Ligue 1 Prancis telah resmi ditangguhkan. Begitu juga dengan kompetisi UEFA seperti Liga Champions Eropa dan Liga Europa.

Semua kegiatan olahraga di Italia terpaksa ditunda hingga setidaknya 3 April 2020 sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran virus. Seluruh wilayah Italia kini telah dikunci, di mana semua masyarakat didesak untuk tetap tinggal di rumah.

Berbicara mengenai situasi krisis tersebut, salah seorang agen transfer asal Italia, Giuseppe Bozzo atau yang dikenal dengan sebutan Beppe Bozzo, mengutarakan pendapatnya.

Menurut sang Agen transfer, pandemi Pandemi Virus Corona ini bisa mengganggu perencanaan klub untuk bursa transfer musim panas mendatang. Pasalnya, mereka mulai meragukan investasi yang dicanangkan sebelumnya.

“Keadaan darurat virus Corona, selain memiliki dampak negatif pada keuangan klub dalam jangka pendek, juga bisa membahayakan perencanaan jangka panjang. Sudah pasti bahwa kita akan melihat penurunan investasi di bursa transfer berikutnya.” kata Bozzo kepada Corriere della Sera.

Bozzo merupakan owner dari AGB Sport Manajemen yang mewakili beberapa pemain terkenal Italia. Bintang Juventus Federico Bernadeschi hingga Fabio Quagliarella dari Sampdoria merupakan klien dari Bozzo.

Diketahui juga bahwa dia adalah agen transfer dari pemain muda Italia, Sandro Tonally yang kini sedang menjadi incaran sejumlah raksasa eropa, seperti Juventus dan Inter Milan.