Manchester United Sudah Siapkan Rencana Untuk Bursa Transfer

Bursa transfer musim panas baru dibuka dua bulan lagi, tapi sejumlah raksasa Eropa sudah mempersiapkan rencana. Manchester United salah satunya, sebagaimana diungkapkan oleh manajer Ole Gunnar Solskjaer.

Setiap musim berakhir, Jendela Transfer memang akan dibuka selama kurang lebih tiga bulan lamanya. Klub-klub Eropa berkesempatan melakukan jual-beli pemain selama periode tersebut.

Manchester United sendiri sudah memanfaatkan bursa transfer beberapa tahun terakhir untuk mendatangkan sejumlah pemain anyar. Sayangnya, sejak ditinggal Sir Alex Ferguson, kedatangan para pemain baru tersebut tak mampu mengubah nasib Setan Merah.

Klub Premier League masih saja sulit untuk bersaing dalam perburuan gelar juara. Bahkan, untuk mendapatkan tiket ke ajang Liga Champions Eropa saja tak mudah bagi mereka.

Namun secercah harapan mulai terlihat pada bursa transfer musim dingin kemarin. Dua rekrutannya, Bruno Fernandes beserta Odion Ighalo, tampak memberikan angin positif bagi klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut.

Contohnya Bruno Fernandez. Gelandang Portugal yang dibeli dari Sporting Lisbon tersebut kini sudah mencetak tiga gol dan tiga assist dari delapan pertandingan di semua ajang sejauh ini.

Terbaru, dia tampil cemerlang saat Manchester United menghabisi rival sekotanya, Manchester City dalam duel akhir pekan kemarin.

Namun begitu, kedatangan Bruno Fernandez dan Odion Ighalo tak lantas menjadi garansi apakah musim depan setan Merah bisa bersaing dalam perburuan gelar juara.

Karenanya, pelatih Ole Gunnar Solskjaer memastikan bahwa klub sudah mengantongi rencana untuk jendela transfer musim panas mendatang.

“Kami sudah bekerja sangat lama untuk menganalisis tim kami serta apa yang bisa kami dapatkan dalam bursa transfer. Kami mencoba untuk menuntaskan beberapa transfer selanjutnya,”

“Kami tidak bisa hanya memberikan reaksi di bulan Mei dengan ‘sekarang kami harus melakukan sesuatu’. Lalu kemudian, secara tiba-tiba, pemain bisa dibeli, jadi anda masih harus menyadari bahwa sesuatu bisa terjadi dengan cepat,” ujar Solskjaer.

Sebelum ini, CEO Manchester United, Ed Woodward sempat mengatakan bahwa klub akan menggelontorkan lebih banyak uang pada bursa transfer musim panas mendatang.

Artinya, Solskjaer mendapat dukungan penuh dari Manajemen klub untuk membeli pemain yang dia inginkan.

 

AC Milan Bukan Halangan Berarti Bagi Juventus

Pelatih Maurizio Sarri mengakui bahwa AC Milan bisa memberikan perlawanan berarti bagi Juventus di babak semifinal Coppa Italia, namun tak lantas menganggap Rossoneri sebagai halangan berarti.

Sebagai informasi, Juventus sebenarnya akan berhadapan dengan AC Milan pada leg kedua babak semifinal Coppa Italia, Kamis dinihari WIB nanti (05/03). Sayangnya, laga tersebut dipastikan batal menyusul wabah Virus Corona yang sudah jadi perhatian serius pemerintah Italia.

Adapun pada pertemuan sebelumnya yang berlangsung di San Siro Stadium, kedua tim hanya bermain imbang 1-1. Hasil imbang tersebutpun bisa dikatakan membuat Juventus lebih berpeluang lolos ke babak final.

Pasalnya, mereka hanya perlu hasil imbang tanpa gol saat menjamu Rossoneri di Allianz Stadium pada leg kedua. Atau menang dengan margin satu gol saja sudah cukup membawa pasukan Maurizio Sarri ke partai puncak.

Sayangnya, siapa pemenang laga ini dipastikan masih belum terjawab. Pihak Penyelenggara telah memastikan bahwa laga tersebut ditunda. Padahal, konferensi pers pra pertandingan sudah digelar, dengan pelatih Maurizio Sarri sebagai narasumber dari kubu Juventus.

Dalam wawancara tersebut, mantan pelatih Napoli mengklaim bahwa Juve tidak akan menemui kesulitan untuk melewati hadangan Milan. Kendati Sarr tahu persis bahwa Rossoneri takkan merelakan timnya akan lolos begitu saja ke babak final.

“Kami tidak tertarik dengan siapa yang Milan punya atau tidak. Jika kami melangkah keluar dan membuktikan nilai kami, kami tidak akan memiliki masalah untuk mencapai Final,”

“Anda bisa lihat bahwa mereka adalah skuat yang solid dan siap untuk mengorbankan diri untuk kepentingan kolektif. Milan bukanlah tim yang mudah untuk dihadapi,” ujar Sarri seperti yang dikutip dari Football Italia.

Perlu diketahui, sebelum ini laga Juventus juga ada yang tertunda, tepatnya laga giornata ke-27 dimana mereka harusnya berhadapan dengan sang rival utama, Inter Milan.

Tampaknya, pihak Pemerintah Italia memang sangat serius menanggapi Virus Corona yang sudah menginfeksi beberapa warganya saat ini. Bahkan dipercaya, Serie A Italia akan ditunda selama sebulan ke depan.

Namun penundaan tersebut dipastikan tidak berdampak pada ajang Liga Champions Eropa.

Ini Alasan Kenapa Juventus Kalah di Markas Lyon

Defender andalan Juventus, Leonardo Bonucci memiliki pendapat sendiri terkait dengan kekalahan yang ditelan timnya saat bertandang ke markas Lyon dinihari tadi. Bek Timnas Italia itu merasa timnya bermain terlalu santai.

Juventus memainkan leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa musim ini di Groupama Stadium, Lyon pada Kamis dinihari WIB tadi (27/02). Kendati bermain sebagai tim tamu, sang juara bertahan Serie A italia tetap dijagokan menang.

Sayangnya, justru pasukan Maurizio Sarri yang tertunduk pada akhirnya. Tuan Rumah Lyon berhasil menang dengan skor tipis 1-0, dengan Lucas Tousarts menjadi satu-satunya pencetak gol dalam pertandingan tersebut.

Meski demikian, Bianconneri bukan tanpa peluang. Mereka bahkan sempat mendapat beberapa kesempatan emas. Melepaskan 14 tembakan tepat sasaran, namun tidak satupun yang berujung gol. Alhasil, Juve harus pulang dengan tangan hampa.

Berbicara mengenai kekalahan tersebut, Bek Leonardo Bonucci mengklaim bahwa sejak babak pertama timnya memang tampak tidak bekerja keras.

“Kami salah sejak babak pertama. Kami selalu tertinggal dalam setiap perebutan bola. Pada beberapa laga, Anda harus membayar kesalahan kecil. Kami terlalu santai, tidak cukup agresif dan itu adalah masalah mental. Kami harus bangun sejak awal laga,” kata Leonardo Bonucci dikutip dari Sky Sports.

Lebih lanjut, mantan pemain AC Milan ini menganggap bahwa tuan rumah benar-benar mampu memberikan ‘hukuman’ kepada Juventus meski hanya dengan 10 pemain saja.

Namun begitu, Juventus harus melupakan kekalahan tersebut, fokus pada laga akhir pekan ini, baru mempersiapkan diri untuk pertandingan leg kedua.

“Lyon memukul kami ketika kami hanya memiliki 10 orang, itu adalah momen kecil ketika mereka dengan cerdik menyerang kami. Sekarang kita harus fokus pada apa yang menanti kita pada hari Minggu, lalu kita benar-benar harus lolos di leg kedua,” tegas Leonardo Bonucci.

Sebagai informasi, Juventus harus menang dengan margin dua gol pada leg kedua 18 maret mendatang di Allianz Stadium jika ingin lolos ke babak perempat final. Tapi sebelumnya, mereka akan berhadapan dengan AC milan, Bologna dan Lecce.

Resmi Gabung Barca, Braithwaite tak Sabar Main Bareng Messi

Tanpa diduga-duga, Martin Braithwaite jadi pilihan Barcelona untuk menambal ‘kebocoran’ pada lini depan mereka di sisa musim ini. Sang pemain sama sekali tidak berkecil hati, bergabung dengan Barca membuatnya tak sabar main bareng pemain terbaik dunia, Lionel Messi.

Seperti diketahui, Barcelona memang telah mencapai kesepakatan dengan Leganes untuk transfer Martin Braithwaite. Penyerang asal Denmark tersebut resmi dibeli Barcelona dengan harga yang relatif murah, 18 Juta Euro .

Braithwaite didatangkan Barca sebagai pengganti Ousmane Dembele dan Luiz Suarez yang harus menepi dalam waktu lama karena cedera. Karenanya, pihak La Liga memberikan dispensasi kepada Blaugrana untuk mendatangkan seorang penyerang anyar.

Akan tetapi, keputusan Barcelona ini terbilang cukup mengagetkan, pasalnya nama Martin Braithwaite tak pernah masuk dalam isu yang terdengar di media-media Spanyol. Nama pemain berusia 28 tahun tersebut juga cukup asing terdengar.

Namun begitu, yang bersangkutan sama sekali tidak berkecil hati, dia bahkan tak bisa menyembunyikan kebahagiaan dirinya usai resmi menjadi pemain Barcelona. Baginya, transfer ini bak sebuah impian yang menjadi kenyataan.

“Saya sangat senang. Ini merupakan impian masa kecil yang jadi nyata. Semua orang yang bermain sepak bola bermimpi untuk bermain di Barcelona. Inilah saya, dan saya tak sabar memenangkan gelar. Barca adalah klub dengan banyak tekanan, banyak ekspektasi, dan saya di sini untuk mencoba memenangkan semua gelar yang memungkinkan,” ujar Braithwaite kepada Barca TV.

Bergabung dengan Barcelona berarti bermain dengan para pemain terbaik dunia, termasuk mega bintang Argentina, Lionel Messi. Braithwaite pun tak sabar segera bertandem dengan sosok yang dianggapnya sebagai pemain terbaik sepanjang masa tersebut.

“Dia mungkin merupakan pemain terbaik sepanjang masa, jadi tentu saja ini adalah momen yang penting bagi saya untuk bermain bersama dia dan mengatakan bahwa saya pernah bermain dengannya, jadi saya sangat senang,” tutur Braithwaite.

Martin Braithwaite, 28 tahun bermain cukup bagus untuk Leganes selama paruh pertama musim ini. Dia mencetak delapan gol dari 27 penampilannya di semua ajang. Yang bersangkutan mungkin langsung menjalani laga debutnya saat Barcelona berhadapan dengan Eibar akhir pekan besok.

Juventus Resmi Tambah Kontrak Wojciech Szczesny

Rencana Juventus untuk memberikan kontrak baru kepada para pemain andalannya sejauh ini berjalan dengan lancar. Terbaru, mereka resmi mencapai kesepakatan dengan penjaga gawang Wojciech Szczesny untuk kontrak anyar berdurasi empat tahun.

Kiper Timnas Polandia ini bergabung dengan Juventus sejak tahun 2017 lalu, hanya saja ia harus bersabar lantaran hanya menjadi pelapis Gianluigi Buffon pada musim perdananya.

Tahun berikutnya, Buffon memutuskan untuk hengkang ke PSG. Barulah mantan pemain AS Roma ini jadi andalan Juventus dibawah mistar sampai musim ini. Kendati klub kedatangan Buffon yang memilih kembali ke Turin pada musim panas kemarin.

Secara penampilan, Szczesny terbilang memuaskan, sejauh ini dia sudah mencatatkan total 22 penampilan di berbagai ajang pada musim ini dan hanya kebobolan 23 kali. Sementara itu, catatan cleansheetnya sudah menyentuh angka 8.

Performa gemilangnya jelas mendongkrak performa tim arahan Maurizio Sarri. Berkat jasanya, Juventus kini berada di posisi ke-2 pada klasemen sementara Serie A, dengan hanya terpaut selisih gol saja dari pemuncak, Inter Milan.

Selain itu, Bianconneri juga mampu menembus babak 16 besar liga Champions Eropa dan Szczesny punya andil besar di kesuksesan itu. Di babak tersebut, Bianconneri akan berhadapan dengan wakil Prancis, Lyon.

Wajar saja jika akhirnya Juventus melayangkan kontrak anyar kepada penjaga gawang Tim Nasional Polandia. Kontrak baru ini akan membuat Szczesny bertahan di Turin setidaknya sampai tahun 2024 mendatang.

Kabar gembira inipun dikonfirmasi oleh pihak Juventus lewat pernyataan resmi.

“Petualangan yang indah antara Szczesny dan Juventus akan berlanjut sampai 2024 dan tidak ada keraguan lagi bahwa ini adalah pembaharuan kontrak yang pantas,” tulis pernyataan Juventus terkait kontrak anyar Szczesny.

Sejak merapat pada tahun 2017 lalu sampai sekarang, Szczesny telah mengukir 28 cleansheet atau laga tanpa kebobolan dari 61 pertandingan.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia membukukan rata-rata kebobolan sebesar 0.7 gol per laga di Serie A. Itu adalah rasio terendah yang pernah dibukukan seorang kiper dengan jumlah penampilan paling sedikit lima.

Yang bersangkutan diprediksi akan kembali jadi andalan Juventus dalam babak semifinal Coppa italia melawan AC Milan tengah pekan ini.

Cristiano Ronaldo Ternyata Ingin Gabung Liverpool

Striker 34 tahun, Cristiano Ronaldo kini dikenal sebagai legenda besar Manchester United. Dia mengukirkan sejarah bersama raksasa Premier League tersebut. Tapi ternyata, sebelum merapat ke Old Trafford, Ronaldo sempat bermimpi untuk membela rival abadi Setan Merah, Liverpool.

Pada tahun 2002 silam, Cristiano Ronaldo mulai menarik perhatian sejumlah raksasa Eropa terkait aksi gemilangnya di tahun debut professional bersama Sporting Lisbon. Bakatnya itu kemudian diendus oleh manajer Setan Merah, Sir Alex Ferguson.

Tanpa ragu, manajer Legendaris Manchester United itu lantas merekrut sang pemain di musim panas tahun 2003. Ia direkrut dari Sporting Lisbon dengan bandrol 12.24 juta pounds. Dengan angka tersebut, Cristiano Ronaldo jadi pemain muda dengan banderol termahal dalam sejarah premier League.

Di Manchester United, mega bintang Portugal ini tak menemui kesulitan berarti. Tahun demi tahun dia terus berkembang pesat dari segi performa. Sampai akhirnya berhasil mengantarkan klub meraih sejumlah gelar juara, termasuk gelar Liga Champions Eropa di tahun 2008.

Kini, Ronaldo dikenang sebagai legenda besar Manchester United, salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub tersebut. Tapi, ceritanya bisa saja berbeda jika sang pemain malah merapat ke klub rival, Liverpool. Pasalnya, sebelum gabung MU, Ronaldo sangat tertarik merapat ke Anfield.

“Menurut saya, Liverpool merupakan salah satu klub terbaik di Premier League, dan rasanya sangat spesial bisa melanjutkan sejarah besar mereka. Saya harus berharap mereka membuat penawaran yang baik untuk Sporting dan saya sendiri.”

“Meski bukan favorit saya, Liga Inggris tetap sangat menarik. Saya pikir cara bermain saya dapat direkonsiliasi di Premiership. Jika seorang pemain memiliki kualitas maka ia dapat bermain di mana saja.” Demikian ujar Cristiano Ronaldo saat itu, seperti dikutip Liverpool Echo.

Phil Thompson selaku Assisten pelatih Liverpool saat itu mengungkapkan bahwa sebenarnya The Reds juga coba bergerak mendapatkan servis Ronaldo di tahun 2003 silam. Sayangnya, klub pada akhirnya melewatkan kesempatan itu.

Alasan utamanya adalah karena faktor finansial. Ronaldo menuntut gaji yang terbilang tinggi saat itu, yang dianggap bisa merusak struktur gaji pemain lain.

Kembali Jadi Andalan, Ozil Ogah Tinggalkan Arsenal

Playmaker asal Jerman, Mesut Ozil sempat digosipkan bakal hengkang dari Arsenal pada kesempatan bursa transfer musim dingin Januari ini. Namun seiring dengan kedatangan manajer anyar Mikel Arteta, jatah bermainnya di tim utama The Gunners kembali menanjak. Situasi tersebutpun membuat sang pemain enggan tinggalkan Emirates Stadium.

Sebenarnya, mantan pemain Real Madrid ini sudah diisukan bakal tinggalkan Arsenal sejak musim panas tahun 2019 kemarin. Pasalnya, pemain berusia 31 tahun tersebut tidak masuk dalam skema bermain yang dirancang manajer Unai Emery. Dibawah arahan manajer asal Spanyol, Ozil jarang jadi andalan, lantaran dinilai tak cocok dengan skema 3-4-3 yang diterapkan Emery.

Bahkan, beberapa kali Emery mengisyaratkan bahwa Ozil tidak sesuai dengan kriteria pemain yang dia inginkan. Dia disebut akan dilepas pada bursa transfer Januari 2020. Mesut Ozil ditawarkan ke sejumlah klub dengan status pinjaman. Laporan yang terdengar mengklaim bahwa gelandang berusia 30 tahun ini sempat berdiskusi dengan sejumlah klub, termasuk Fenerbahce.

Namun pada akhirnya Ozil bertahan di klub London utara lantaran tidak ada klub yang bisa menanggung gaji besar sang pemain. Ceritanya lantas berbeda sejak kursi pelatih diambil alih Mikel Arteta. Ozil lebih sering diandalkan, dan sang pemain pun merasa bahagia kembali, tidak ingin meninggalkan Arsenal sampai kontraknya berakhir di tahun 2021 mendatang.

“Saya sangat gembira dengan kontrak saya dan akan terus melanjutkan kerja sama pada tahun ini dan sampai akhir durasi kontrak,” ucap Mesut Ozil dikutip dari The Mirror.

Terkait masa depannya jika kontrak baru tidak diberikan Arsenal, Ozil masih bungkam. Dia tidak memikirkan apa yang terjadi di masa mendatang, tapi tentu saja dia tetap bersemangat soal hal tersebut.

“Saya tisak bisa memberitahu Anda apa yang akan terjadi di masa depan, saya sangat bersemangat tentang masa depan, tetapi saya juga tidak tahu apa yang akan terjadi,” kata pemain berusia 31 tahun.

Dibawah arahan Mikel Arteta, bisa dikatakan Ozil kembali jadi andalan di lini tengah, dia adalah salah satu sumber kreativitas Arsenal di beberapa laga terakhir.

Soal Masa Depannya di MU, Begini Jawaban Nemanja Matic

Salah satu pemain bintang kondang yang belakangan ini masa depannya terus jadi perbincangan publik adalah Nemanja Matic. Mantan penggawa Chelsea itu jarang mendapat kesempatan tampil di tim utama Setan Merah sehingga dia diisukan hengkang pada musim dingin Januari 2020 mendatang.

Sebagai informasi, Nemanja Matic bergabung dari Chelsea pada bursa transfer musim panas tahun 2017 lalu, dan dalam dua musim terakhir sebenarnya dia sempat jadi andalan Setan Merah di lini tengah. Namun sejak Ole Gunnar Solskjaer mengutamakan pemain muda, Pemain Timnas Serbia ini jadi lebih sering duduk di bangku cadangan.

Pelatih Ole Gunnar Solskjaer lebih sering menurunkan Scott McTominay dan Fred di lini tengah, belum lagi jika Pogba benar-benar sudah dalam kondisi fit pasca cedera. Alhasil, Matic pun jadi jarang dimainkan. Tak heran jika belakangan nama Matic kerap dikaitkan dengan sejumlah klub top Eropa. Berbagai laporan menyebutkan bahwa mantan penggawa Chelsea itu akan pindah pada bursa transfer musim dingin Januari 2020 mendatang.

Salah satunya adalah Tottenham Hotspur, dimana klub tersebut saat ini ditangani oleh Jose Mourinho, mantan pelatih yang merekrut Matic dari Chelsea ke Manchester United dua tahun lalu. Nah, terkait masa depannya yang masih teka-teki, Matic memberikan jawaban.

“Sejauh yang saya ketahui, anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi di dalam hidup. Pada saat ini saya adalah pemain Manchester United dan sangat berfokus kepada pekerjaan saya, dan di masa depan kami akan lihat apa yang akan terjadi,” Demikian ujar Matic kepada Omnisport.

Sebelumnya, pelatih Ole Gunnar Solskjaer sempat mengutarkan bahwa mungkin klub akan melepas beberapa pemain pada januari mendatang, dan bisa jadi Matic adalah salah satunya.

“Selalu ada peluang untuk itu. Dan saya bisa bilang 99 persen mereka tidak akan pergi, tetapi selalu ada peluang tim bakalan tertarik dengan pemain kami. Mungkin mereka tidak senang, tidak sering bermain, jadi mungkin ada peluang,” beber sang manajer.

Kabarnya selain Tottenham Hotspur ada juga klub lain yang menginginkan jasa Matic, mereka adalah Inter Milan arahan Antonio Conte. Tapi tentu saja semua baru akan terjawab pada januari 2020 mendatang.

Sbobet Agenbola8 Ungkap Tak Ada Satupun Pemain Liverpool Yang Layak Bela Madrid

Kendati masih beberapa hari lagi akan berlangsung namun atensi mengenai pertandingan final Liga Champions Eropa antara Real Madrid melawan Liverpool sudah mulai memanas. Terbaru, muncul komentar dari Legenda Liverpool Graeme Souness yang menilai bahwa tidak ada satupun pemain Tim Marseyside saat ini yang layak membela Real Madrid seperti diketahui SBOBET.

Sbobet Agenbola8 Ungkap Tak Ada Satupun Pemain Liverpool Yang Layak Bela Madrid

Liverpool akan berhadapan dengan Real Madrid pada partai final Liga Champions Eropa akhir pekan ini, 27 Mei 2018 mendatang. Bagi Liverpool ini adalah final pertama mereka sejak tahun 2007 silam, dan tentu saja Tim Marseyside bakal berjuang keras meraih trofi Juara, setelah terakhir kali memenangkannya di tahun 2005 silam.

Dalam perjalannanya menuju babak final Liga Champions Eropa musim ini, Liverpool banyak dibantu oleh Winger Timnas Mesir, Mohamed Salah yang mencetak 12 gol di kompetisi tersebut sampai saat ini. Kegemilangan Salah juga berlangsung di ajang Liga Primer Inggris, dengan yang bersangkutan mencetak 32 gol dari 38 pertandingan, menjadikannya sebagai top skorer kompetisi.

Kegemilangan tersebut dipercaya membuat Raksasa La Liga Spanyol, atau calon lawan Liverpool di Final UCL nanti, Real Madrid, tertarik terhadap eks Chelsea. Diyakini Los blancos akan memanfaatkan kesempatan pada bursa transfer musim panas mendatang untuk mendaratkan Sang BIntang.

Terkait dengan hal tersebut, salah seorang legenda Liverpool Mohamed Salah menilai tidak satupun pemain The Reds yang layak membela panji Los Blancos, tak terkecuali Mohamed Salah yang mengenal Sbobet.

“Saya tidak bisa menemukan satu pemain pun dalam skuat Liverpool, yang bisa membuat skuat Madrid lebih baik. Termasuk Salah, [Gareth] Bale dan [Karim] Benzema sangat bagus. Benzema, kadang-kadang terlampau dingin, tapi dia sudah memberikan kontribusi yang luar biasa. [Cristiano] Ronaldo kemudian membuat mereka semua lebih baik lagi,” tutur Del Bosque, seperti dilansir COPE.

Real Madrid Diklaim Minat Berat Terhadap David Alaba

Real Madrid Diklaim Minat Berat Terhadap David Alaba

David Alaba, Fullback serba bisa asal Austria ini berpeluang meninggalkan Bayern Munchen pada kesempatan bursa transfer musim panas mendatang seiring dengan munculnya ketertarikan dari raksasa La Liga Spanyol Real Madrid. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh George Alaba yang merupakan ayah sekaligus Agen transfer sang pemain.

Real Madrid Diklaim Minat Berat Terhadap David Alaba

David Alaba, 25 tahun, sejatinya sudah menjadi bagian dari Bayern Munchen sejak menginjak remaja, dimana dia lebih dulu tergabung dalam skuat akademi tim Bundesliga Jerman tersebut sebelum kemudian memulai debutnya di level professional sejak tahun 2010.

Sejauh ini, Alaba selalu jadi andalan Bayern Munchen di Sektor Bek Sayap, tanpa peduli siapapun pelatih yang silih berganti datang dan menduduki kursi manajer, Alaba selalu bisa jadi andalan di Starting line Up. Tak heran jika Alaba memegang peranan vital atas gelar demi gelar juara yang diraih Bayern Munchen belakangan ini.

Tak heran juga jika ada ketertarikan dari sejumlah raksasa Eropa terhadap Kapten Tim Nasional Austria tersebut, termasuk diantaranya dari Real Madrid. Kabar ketertarikan Los Blancos terhadap sang pemain sudah terdengar sejak musim panas kemarin, namun Alaba sendiri tetap bertahan di Allianz Arena.

Kendati demikian, ketertarikan Real Madrid dipercaya masih berlaku dan mereka diklaim akan berusaha mendapatkan servis pemain 25 tahun tersebut pada kesempatan bursa transfer musim panas mendatang. Kabar ketertarikan Los Blancos ini kemudian dibenarkan oleh George Alaba yang merupakan ayah kandung sekaligus Agen Transfer sang pemain.

“Semua orang tahu bahwa Real Madrid sangat tertarik pada David, Namun kami tidak bisa mengatakan apa pun untuk saat ini. Kita lihat nanti apa yang akan terjadi di musim panas. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakan siapa yang tertarik pada dia.

“Semua orang sudah tahu soal ketertarikan Madrid, itu bukan rahasia. Namun sekarang tidak ada yang bisa dikatakan. Dia harus menunggu dan melihat pada akhir musim.” kata George Alaba kepada AS.

Sebagai Informasi Di Bayern, Alaba, 25 tahun, masih terikat kontrak hingga Juni 2021.