Edan! Masa Depan Lionel Messi jadi Bahan Perjudian

Masa depan Messi di Barcelona terus jadi pembicaraan hebat di sejumlah media Eropa bahkan dunia belakangan ini. Bahkan saking hebohnya, teka-teki masa depan mega bintang Argentina itu dijadikan bahan perjudian!

Memang, Barcelona sedang terancam kehilangan pemain yang sangat mereka andalkan selama lebih dari 10 tahun terakhir, Lionel Messi.

Menurut kabar yang beredar, pemain berusia 33 tahun itu telah meminta klub untuk memutuskan kontraknya demi bisa pindah dengan status bebas transfer di musim panas ini.

Keputusan tersebut didasari oleh rasa kecewa Messi akan mengenaskannya perjalanan Barcelona musim ini, yang diakhiri dengan kekalahan memilukan 2-8 dari Bayern Munchen di ajang Liga Champions Eropa.

Kehadiran pelatih baru Ronald Koeman awalnya diharapkan bisa membuat Messi berubah pikiran. Sayang sekali, upaya itu tidak berhasil. Lionel Messi tidak senang dengan proyek yang disusun Koeman.

Kini, pergi adalah satu-satunya opsi yang diyakini bakal dipilih Messi. Memang usianya sudah 33 tahun, tapi tidak bisa dibantah fakta bahwa La Pulga masih pemain terbaik dunia.

Masih ada banyak kualitas yang bisa ditawarkan Messi kepada tim manapun musim depan. Tapi yang jadi pertanyaan dan jadi misteri adalah kemana Messi akan melanjutkan karirnya musim depan.

Dari Italia, Juventus dan Inter Milan punya minat besar untuk bisa membeli kapten timnas Argentina. Minat yang sama juga datang dari klub Inggris, Manchester City, Manchester United, dan Chelsea.

Selain itu, PSG juga menjadi kandidat kuat klub Lionel Messi di masa depan. PSG punya kekuatan finansial yang luar biasa. Mereka juga punya ambisi besar juara Liga Champions dan Messi bisa masuk dalam proyek ini.

Tapi tentu saja yang jadi pertimbangan bagi para peminat untuk merekrut Messi adalah fakta tingginya gaji sang pemain. Disebutkan bahwa Messi merupakan salah satu pemain sepakbola dengan bayaran termahal, mencapai angka 9 Juta Euro per bulan.

Simpang siur masa depan Lionel Messi rupanya menjadi bahan bagi para petaruh. Dikutip dari The Mirror, beberapa rumah judi menjadikan masa depan Lionel Messi sebagai subjek taruhan.

Dalam taruhan tersebut, ada beberapa klub yang dipercaya bisa jadi tujuan Messi, termasuk Newell Old Boy’s, Manchester United, Paris Saint-Germain, Inter Milan, Juventus, Manchester City hingga Real Madrid.

Paul Ince Kagum Lihat Performa Lukaku di Inter Milan

Penampilan Romelu Lukaku di Inter Milan musim ini membuat Paul Ince merasa terkesima. Menurutnya, pemain Belgia tampil jauh lebih baik ketimbang saat masih di Manchester United.

Seperti diketahui, Manchester United resmi melepas Romelu Lukaku pada musim panas 2019 kemarin. Sang pemain menerima ajakan Antonio Conte untuk bergabung dengan Inter Milan.

Keputusannya untuk pindah klub terbilang cukup tepat, mengingat fakta bahwa Lukaku tampil cemerlang bersama dengan Nerazzurri sepanjang musim ini.

Dia memainkan 50 pertandingan di semua ajang, mencetak 33 gol diantaranya termasuk dua gol ke gawang Shakhtar Donets akhir pekan kemarin yang mengantarkan klub mencapai babak final Liga Europa.

Catatan apik tersebut membuat Paul Ince merasa kagum, menurut dia secara umum Romelu Lukaku tampil jauh berbeda dibandingkan saat masih berseragam Manchester United.

“Ia tampak bugar dan ramping. Berbicara tentang ketika dirinya di Manchester United, ia tidak terlihat seperti ia bisa berkeliling lapangan. Ia begitu saja berlari melewati orang-orang [sekarang]. Kecepatan! Saya lebih bugar di Inter – entah itu karena iklim atau makanannya,”

“Ia tampak seperti binatang yang berbeda. Kita tahu ia bisa menuntaskan [peluang]. Wow,” serunya pada BT Sport.

Dengan gol ke gawang Shakhtar Donetsk kemarin, Lukaku tak hanya mengantarkan Inter Milan ke babak final, tapi juga mencetak rekor sebagai pemain pertama yang mencetak gol di 10 laga beruntun di liga Europa.

Lukaku sendiri mengaku senang dengan fakta tersebut, tapi yang lebih enting adalah mencapai babak final.

“Saya pikir semuanya berjalan dengan baik saat ini, rekor bagus untuk dipecahkan, tetapi pada akhirnya kami di sini untuk menang dan tim yang kami lawan adalah favorit,” kata Lukaku kepada BT Sport.

Adapun Inter Milan akan melawan Sevilla di babak final nanti. Romelu Lukaku dkk akan menjalani duel tersebut pada Sabtu, 22 Agustus 2020.

Sevilla sebelumnya menyingkirkan Manchester United dengan kemenangan tipis 2-1. Alhasil, keinginan Lukaku untuk bereuni dengan sang mantan klub di babak puncak jadi kandas begitu saja.

Bagi Solskjaer, Liga Europa Cocok Untuk Kembangkan Skuat Muda

Entah berdalih atau apa, manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer lebih memilih juara Liga Europa ketimbang Liga Champions Eropa musim ini. Menurutnya kompetisi itu sangat sempurna untuk perkembangan para pemain muda MU.

Seperti diketahui, Manchester United memang gagal melangkah ke ajang Liga Champions Eropa musim ini. Mereka hanya finis di posisi ke-6 di klasemen akhir Premier League musim kemarin.

Alhasil, klub harus puas hanya bermain di Liga Europa, yang mana fakta tersebut tentu mengecewakan bagi para fans.

Terdengar mengecewakan memang, tapi menurut manajer Ole Gunnar Solskjaer justru Liga Europa adalah kompetisi yang tepat untuk mengembangkan performa para pemain muda Manchester United.

“Kami memasuki musim ini dengan memahami bahwa Liga Europa merupakan kesempatan bagus bagi kami untuk meraih trofi, untuk melaju sejauh mungkin di turnamen ini,”

“Selain itu, juga untuk memberikan ruang perkembangan bagi pemain-pemain muda kami dan ini memang sempurna bagi kami.” Demikian kata Solskjaer kepada Sky Sports.

Dikatakan Solskjaer, andai pun berhasil melangkah ke ajang Liga Champions Eropa musim ini, yang mana hal tersebut adalah harapan dari para fans, tentu saja dia akan berpikir ulang memberikan kesempatan kepada para pemain muda seperti Mason Greenwood, Brandon dan lainnya.

“Saya kira jika kami berada di Liga Champions musim ini — tentu kami semua ingin berada di sana — mungkin saya tidak akan punya kesempatan memainkan pemain-pemain seperti Brandon sesering saat ini, juga Mason”

“Jadi, sekarang ada banyak pemain-pemain muda yang baru saja memulai karier fantastisnya. Liga Europa pun penting. Soal menjaga persatuan skuad, tim yang bisa bekerja sama dan memberikan kesempatan,” sambung Solskjaer.

Adapun, saat ini Manchester United sudah memasuki babak perempat final Liga Europa, dimana mereka akan menghadapi Copenhagen. Pertandingan tersebut rencananya akan berlangsung dinihari WIB nanti (11/08).

Sedangkan musim depan, Setan Merah dipastikan bakal melaju ke ajang Liga Champions Eropa setelah berhasil mengamankan posisi ke-3 di klasemen akhir Premier League musim ini.

Harapan Thomas Tuchel: Mbappe Bisa Main Lawan Atalanta

Pelatih Thomas Tuchel sangat berharap winger andalannya, Kylian Mbappe bisa pulih cepat dan bermain pada babak perempat final Liga Champions Eropa melawan Atalanta.

Winger muda Prancis itu mendapati cedera yang cukup parah saat berhadapan dengan Saint-Etinne pada partai Final Piala Prancis beberapa hari yang lalu.

Kala itu, Mbappe mendapat tekel yang cukup brutal dari salah satu pemain Saint-Etienne. Tak kuasa menahan sakit pada kakinya, Mbappe tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Para fans Paris Saint-Germain tampak semakin cemas lantaran sang pemain terlihat menggunakan alat bantu berjalan dengan kaki yang diperban saat merayakan gelar juara setelah pertandingan tersebut.

Tak lama berselang, Paris Saint-Germain mengeluarkan pernyataan resmi tentang kondisi Mbappe. Nah, pemain Prancis itu ternyata mengalami cedera pergelangan kaki dan harus absen sampai tiga pekan ke depan.

Tiga pekan bukan waktu yang singkat, dan dengan begitu juga Winger 21 tahun tidak akan bisa tampil dalam pertandingan melawan Atalanta di leg pertama delapan besar Liga Champions Eropa pada 12 Agustus mendatang.

Jelas, kabar cederanya Mbappe adalah pukulan telak bagi Paris Saint-Germain yang sejak tiga tahun terakhir begitu mengandalkan sang pemain.

Pelatih Thomas Tuchel mengakuinya, dia bahkan berharap ada keajaiban yang bisa membuat Mbappe pulih lebih cepat.

“Ini akan menjadi pengaruh penting terhadap kami, tetapi saya berharap bahwa ada solusi yang akan ditemukan,”

“Kami masih berharap dia bisa bermain lawan Atalanta, tetapi peluangnya akan sangat kecil. Setiap hari dihitung untuk mendapat keajaiban, tetapi besok kami bakal harus beradaptasi tanpa Kylian,” ujar Tuchel seperti dikutip Goal International.

Les Parisiens sendiri sangat berambisi untuk mencetak sejarah dengan meraih gelar Liga Champions Eropa musim ini. Mengingat, mereka sama sekali belum pernah memenangkan trofi tersebut.

Mereka masih punya Neymar dan Mauro Icardi yang bisa diandalkan. Jika berhasil mencapai babak semifinal, besar kemungkinan Mbappe bisa bermain.

Tapi, Kylian Mbappe dipastikan melewatkan laga melawan Olympique Lyon pada pertandingan final Piala Liga Prancis akhir pekan besok.