Cristiano Ronaldo Ternyata Ingin Gabung Liverpool

Striker 34 tahun, Cristiano Ronaldo kini dikenal sebagai legenda besar Manchester United. Dia mengukirkan sejarah bersama raksasa Premier League tersebut. Tapi ternyata, sebelum merapat ke Old Trafford, Ronaldo sempat bermimpi untuk membela rival abadi Setan Merah, Liverpool.

Pada tahun 2002 silam, Cristiano Ronaldo mulai menarik perhatian sejumlah raksasa Eropa terkait aksi gemilangnya di tahun debut professional bersama Sporting Lisbon. Bakatnya itu kemudian diendus oleh manajer Setan Merah, Sir Alex Ferguson.

Tanpa ragu, manajer Legendaris Manchester United itu lantas merekrut sang pemain di musim panas tahun 2003. Ia direkrut dari Sporting Lisbon dengan bandrol 12.24 juta pounds. Dengan angka tersebut, Cristiano Ronaldo jadi pemain muda dengan banderol termahal dalam sejarah premier League.

Di Manchester United, mega bintang Portugal ini tak menemui kesulitan berarti. Tahun demi tahun dia terus berkembang pesat dari segi performa. Sampai akhirnya berhasil mengantarkan klub meraih sejumlah gelar juara, termasuk gelar Liga Champions Eropa di tahun 2008.

Kini, Ronaldo dikenang sebagai legenda besar Manchester United, salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub tersebut. Tapi, ceritanya bisa saja berbeda jika sang pemain malah merapat ke klub rival, Liverpool. Pasalnya, sebelum gabung MU, Ronaldo sangat tertarik merapat ke Anfield.

“Menurut saya, Liverpool merupakan salah satu klub terbaik di Premier League, dan rasanya sangat spesial bisa melanjutkan sejarah besar mereka. Saya harus berharap mereka membuat penawaran yang baik untuk Sporting dan saya sendiri.”

“Meski bukan favorit saya, Liga Inggris tetap sangat menarik. Saya pikir cara bermain saya dapat direkonsiliasi di Premiership. Jika seorang pemain memiliki kualitas maka ia dapat bermain di mana saja.” Demikian ujar Cristiano Ronaldo saat itu, seperti dikutip Liverpool Echo.

Phil Thompson selaku Assisten pelatih Liverpool saat itu mengungkapkan bahwa sebenarnya The Reds juga coba bergerak mendapatkan servis Ronaldo di tahun 2003 silam. Sayangnya, klub pada akhirnya melewatkan kesempatan itu.

Alasan utamanya adalah karena faktor finansial. Ronaldo menuntut gaji yang terbilang tinggi saat itu, yang dianggap bisa merusak struktur gaji pemain lain.

Kembali Jadi Andalan, Ozil Ogah Tinggalkan Arsenal

Playmaker asal Jerman, Mesut Ozil sempat digosipkan bakal hengkang dari Arsenal pada kesempatan bursa transfer musim dingin Januari ini. Namun seiring dengan kedatangan manajer anyar Mikel Arteta, jatah bermainnya di tim utama The Gunners kembali menanjak. Situasi tersebutpun membuat sang pemain enggan tinggalkan Emirates Stadium.

Sebenarnya, mantan pemain Real Madrid ini sudah diisukan bakal tinggalkan Arsenal sejak musim panas tahun 2019 kemarin. Pasalnya, pemain berusia 31 tahun tersebut tidak masuk dalam skema bermain yang dirancang manajer Unai Emery. Dibawah arahan manajer asal Spanyol, Ozil jarang jadi andalan, lantaran dinilai tak cocok dengan skema 3-4-3 yang diterapkan Emery.

Bahkan, beberapa kali Emery mengisyaratkan bahwa Ozil tidak sesuai dengan kriteria pemain yang dia inginkan. Dia disebut akan dilepas pada bursa transfer Januari 2020. Mesut Ozil ditawarkan ke sejumlah klub dengan status pinjaman. Laporan yang terdengar mengklaim bahwa gelandang berusia 30 tahun ini sempat berdiskusi dengan sejumlah klub, termasuk Fenerbahce.

Namun pada akhirnya Ozil bertahan di klub London utara lantaran tidak ada klub yang bisa menanggung gaji besar sang pemain. Ceritanya lantas berbeda sejak kursi pelatih diambil alih Mikel Arteta. Ozil lebih sering diandalkan, dan sang pemain pun merasa bahagia kembali, tidak ingin meninggalkan Arsenal sampai kontraknya berakhir di tahun 2021 mendatang.

“Saya sangat gembira dengan kontrak saya dan akan terus melanjutkan kerja sama pada tahun ini dan sampai akhir durasi kontrak,” ucap Mesut Ozil dikutip dari The Mirror.

Terkait masa depannya jika kontrak baru tidak diberikan Arsenal, Ozil masih bungkam. Dia tidak memikirkan apa yang terjadi di masa mendatang, tapi tentu saja dia tetap bersemangat soal hal tersebut.

“Saya tisak bisa memberitahu Anda apa yang akan terjadi di masa depan, saya sangat bersemangat tentang masa depan, tetapi saya juga tidak tahu apa yang akan terjadi,” kata pemain berusia 31 tahun.

Dibawah arahan Mikel Arteta, bisa dikatakan Ozil kembali jadi andalan di lini tengah, dia adalah salah satu sumber kreativitas Arsenal di beberapa laga terakhir.